Penyakit Gondongan (Mumps atau Parotitis)

Penyakit Gondongan (Mumps atau Parotitis) adalah suatu infeksi virus menular yang menyebabkan pembengkakan pada kelenjar liur disertai nyeri. Gondongan jelas sekali berbeda dengan penyakit gondok/ goiter. Penyakit gondok atau di Indonesia dikenal dengan nama GAKI, Gangguan Akibat Kekurangan Iodium, adalah penyakit hormonal yang dipicu oleh rendahnya kadar iodium dalam tubuh sehingga mengganggu pembentukan hormon tiroksin pada kelenhar tiroid. Disebut juga hipertiroidisme, karena ditemukan adanya peningkatan kadar hormon tiroksin dalam bentuk T-3, maupun T-4.

Penyakit Gondongan (Mumps atau Parotitis)

Penyakit Gondongan (Mumps atau Parotitis)

Penyakit Gondongan

Penyakit Gondongan (Mumps atau Parotitis) disebabkan oleh paramyxovirus. Virus ini ditularkan melalui percikan ludah (air droplet) yang berasal dari bersin atau batuk penderita atau karena bersentuhan langsung dengan benda-benda yang terkontaminasi oleh ludah penderita. Jika dibandingkan dengan campak atau cacar air , gondongan tidak terlalu menular. kebanyakan penyakit ini menyerang anak-anak yang berumur 2-12 tahun, jarang ditemukan pada anak yang berumur kurang dari 2 tahun. Jika seseorang pernah menderita gondongan, maka dia akan memiliki kekebalan seumur hidupnya. Daerah yang sering terkena serangan biasanya adalah kelenjar parotis/pipi, yaitu kelenjar ludah yang terletak diantara telinga dan rahang.

Pada orang dewasa, infeksi Penyakit Gondongan (Mumps atau Parotitis) bisa menyerang testis (buah zakar), sistem saraf pusat, pankreas, prostat, payudara, dan organ lainnya. Masa inkubasi adalah 12-24 hari.

Gejala Gondongan

Gejala Penyakit Gondongan (Mumps atau Parotitis) yang timbul dalam 12-24 hari setelah terinfeksi yaitu berupa :

  • menggigil
  • sakit kepala
  • nafsu makan berkurang
  • merasa tidak enak badan
  • demam ringan sampai sedang (terjadi 12-24 jam sebelum satu atau dua beberapa kelenjar liur membengkak), tetapi 25-30% penderita tidak menunjukkan gejala-gejala tersebut.

Gejala pertama dari infeksi kelenjar ludah adalah nyeri ketika mengunyah atau menelan, terutama jika menelan cairan asam (misalnya jus jeruk). Jika kelenjar liur disentuh, akan timbul nyeri. Pembengkakan terjadi pada hari kedua.

Gejala lain yang mungkin ditemukan pada Penyakit Gondongan (Mumps atau Parotitis):

  • nyeri testis
  • benjolan di testis
  • pembengkakan skrotum (kantung zakar).

Penyakit gondongan pada dasarnya adalah salah satu jenis penyakit yang ringan dan banyak terjadi pada anak-anak. Tetapi hal ini bisa menjadi semakin berbahaya jika terjadi pada usia remaja. Jika terjadi pada anak remaja, kemungkinan mereka juga akan mengalami masalah pembengkakan pada testis khususnya pada pria. Pembengkakan ini kemudian akan terasa sangat sakit dan kemungkinan bisa menyebabkan terjadinya kemandulan disaat mereka dewasa. Komplikasi lain yang bisa terjadi lebih serius adalah jika gondongan menyerang ke bagian otak dan juga dari susunan saraf, yang pada akhirnya bisa menyebabkan terjadinya radang selaput otak dan juga jaringan otak.

Pengobatan Gondongan

Pengobatan yang dilakukan pada penyakit gondongan biasanya tidak membutuhkan pengobatan spesifik atau efektif, karena biasanya gondongan bisa sembuh dengan sendiri. Pemberian dari obat gondongan ini biasanya bertujuan untuk membantu mengurangi terjadinya keluhan atau gejala seperti membantu menghilangkan nyeri dan bisa membantu menurunkan demam. Yang paling penting adalah waktu istirahat yang cukup. Biasanya si penderita cukup bersitirahat total selama paling tidak beberapa hari sampai demam turun dan kembali seperti normal lagi.

Anda bisa mengompres panas atau juga dingin ke bagian tubuh yang terasa sakit yang bisa membantu untuk mengurangi dan meringankan gejala. Sebaiknya gunakanlah obat kumur yang baik yang bertujuan untuk membantu mengatasi dan membersihkan selaput lendir pada mulut. Dan si penderita juga sebaiknya harus banyak minum air putih, dan lebih baik lagi mengonsumsi makanan yang lembek. Karena makanan yang lembek biasanya kurang dibutuhkan dikunyah jadi hal ini bisa membantu mencegah munculnya nyeri. Jika seorang remaja yang terkena penyakit gondongan, maka sebaiknya ia bisa diberikan gamma globulin paling tidak sebanyak 20 cc untuk membantu memproteksi dirinya dari terjadinya peradangan pada testis. Selain itu, pemberian Hydrocortison juga bisa berguna dalam membantu mengurangi terjadinya peradangan yang sangat hebat.

Pencegahan Gondongan

Pencegahan yang dilakukan dari penyakit gondongan adalah dengan pemberian imunisasi atau vaksinasi MMR. Pemberian vaksinasi atau imunisasi ini diberikan pada usia 12 bulan dan yanga kedua diberikan pada usia 4 tahun. Vaksinasi dari gondongan sendiri juga bisa diberikan untuk pria yang belum pernah sakit gondongan dimasa kanak-kanak. Namun, ada baiknya jika si penderita gondangan sebaiknya diisolasi 9 hari sejak munculnya pembengkakan yang terjadi untuk membantu menurunkan resiko dari terjadinya penularan ke orang lain.

Untuk penderita penyakit gondongan, maka sebaiknya memperbanyak asupan makanan yang mengandung yodium yang tinggi yang bisa membantu mencegah dan mengurangi resiko dari terjadinya penyakit gondongan tersebut.

Cara mengobati penyakit gondongan secara alami adalah dengan menggunakan beberapa bahan alami dibawah ini :

Bahan : 5 gram adas, 10 gram kencur, 20 gram kunyit, 10 gram temu ireng, 20 gram temulawak, dan 10gram tapak dara

Cara membuat ramuan ini adalah : cucilah sampai bersih semua bahan-bahan tadi. Kemudian setelah itu masukkanlah ke dalam panci enamel atau panci yang terbuat dari kuali tanah dengan takaran 3 gelas air rebus dan bisa dijadikan menjadi ½ saja. Kemudian saring dan setelah itu minumlah di pagi dan malam hari. Sebaiknya jangan lupa berdoa, dan bisa ditambahkan dengan madu murni.

Penyakit Gondongan (Mumps atau Parotitis)


=====================================

>>> Propolis Melia Nature Untuk Mengobati Penyakit Gondongan dan Penyakit Lainnya, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Gondongan and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>